frontroll Homepage

Nasional
Kepastian Harga BBM Sedang Dimatangkan

Ditulis oleh : Ichsan | Selasa, 30 April 2013 - 09:30:10 | Dibaca: 495 kali


FOTO : ISTIMEWA [FRONTROLL.COM]

Beban berat yang mesti ditanggung APBN guna meneruskan program subsidi untuk BBM mengharuskan pemerintah mengurangkannya dan menerapkannya secara ketat agar lebih tepat volume dan sasaran tidak seperti yang terjadi sekarang ini, subsidi BBM lebih banyak dinikmati kalangan berpunya (77% kalangan mampu). Pengurangan beban subsidi akan dilakukan pemerintah dengan menaikkan harga BBM Bersubsidi  dalam batas yang masih tidak memberatkan masyarakat dan saat ini menurut Menteri ESDM, Jero Wacik besaran harga dan opsi yang akan diterapkan dalam tahap pematangan.

"Kepastian harga BBM Bersubsidi sedang dimatangkan lagi. Subsidi BBM di APBN tinggi sekali, hampir 300 triliun, itu mulanya, kemudian, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, habis uang kita, habis APBN kita kesana, kemudian ada survei yang dilakukan UI dan UGM, ternyata yang menikmati subsidi BBM itu 77% orang yang mampu jadi kesimpulannya subsidi salah sasaran, kita ingin mensubsidi orang yang kurang mampu tetapi yang dapat subisidi orang yang mampu,” ujar Menteri ESDM, Jero Wacik.

Berdasarkan hal itu menurut Menteri, maka dicarilah cara bagaimana menurunkan beban subsidi BBM tersebut. Mengenai teknis pelaksanaanya bagaimana, saat ini sedang dibahas. Ada berbagai macam opsi yang ada dipemerintah, seperti penerapan premium dua harga atau dinaikkan seluruhnya dalam batas yang wajar dengan tetap melindungi kalangan yang tidak mampu.

"Semua sepakat untuk mengurangi subsidi BBM. Ada yang mengusulkan cara yang paling mudah yaitu, naikkan saja, 4.500 naikkan saja ke 9.500 keharga keekonomian, ini memang salah satu opsi, itu kalau Pemerintah mau gampang dan tidak punya hati kepada rakyat miskin ya itu yang kita ambil, namun tidak mungkin itu yang pemerintah ambilkemudian ada opsi yang lain, biarkan saja, kita diamkan saja di 4.500, seperti saat ini, apa yang akan terjadi, makin berat APBN kita dan bahaya, ekonomi nasional terancam, sehingga Presiden meminta kepada kami untuk mencari opsi yang dapat menyelamatkan ekonomi nasional tetapi bagian yang miskin tetap terlindungi. Maka munculah opsi, untuk melindungi yang miskin tetap ada yang harga 4.500 untuk motor, angkot dan ada harga yang naik untuk plat hitam, mobil pribadi yang dibahas beberapa waktu lalu sebesar 6.500.” imbuh Wacik.

Perkembangan opsi dua harga itu ternyata dalam kajiannya akan menimbulkan kesulitan dalam implementasi dilapangannya terutama didaerah-daerah yang hanya memiliki SPBU satu-satu, selanjutnya mengerucutlah pada opsi satu harga.

Menteri menambahkan, “kalau ada kenaikan harga BBM maka akan ada inflasi yang akan berdampak kepada yang miskin, karena itu Presiden meminta kepada jajarannya apa kompensasi bagi yang miskin untuk mengurangi bebannya. Beliau (Presiden) mengatakan Kalau nanti disesuaikan harganya maka pada hari yang sama harus sudah terdistribusi kompensasinya, ujar Wacik. (isn)

KOMENTAR ANDA
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login ke Facebook