OJK Resmi Terbitkan Tiga Instrumen Pasar Modal untuk Infrastruktur | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Sabtu | 12 Agustus 2017 07:26:35 WIB

NASIONAL

OJK Resmi Terbitkan Tiga Instrumen Pasar Modal untuk Infrastruktur

Wenny KT - FRONTROLL.COM
OJK Resmi Terbitkan Tiga Instrumen Pasar Modal untuk Infrastruktur
FRONTROLL.COM,- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan pernyataan efektif untuk tiga instrumen pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur. Keputusan tersebut diterbitkan otoritas sejak 10 Agustus 2017.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, instrumen tersebut yaitu dua Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragun Aset (KIK EBA) dan satu Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

Tiga instrumen tersebut memiliki nilai mencapai Rp 12 triliun yang nantinya akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan tol, bandara, dan ketenagalistrikan.

"Hari ini sudah efektif ada tiga produk terkait dengan RDPT untuk bandara Kertajati dan dua KIK EBA," kata Hoesen saat ditemui di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

Menurut Hoesen, KIK EBA yang pertama adalah piutang dari anak usaha PT PLN (Persero) Tbk yaitu PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Suralaya dengan total nilai Rp 9,9 triliun. KIK EBA Kedua, yaitu piutang dari PT Jasa Marga Tbk dengan total nilai Rp 2 triliun.

"KIK EBA pertama adalah receivable daripada PLN dan yang kedua receivable dari JSMR kurang lebih Rp 2 triliun. PLN Rp 9,9 triliun dan Kertajati Rp 900 miliar," kata Hoesen.

Hoesen berharap dari ketiga instrumen yang baru diterbitkan ini bisa diikuti hadirnya beberapa instrumen lainnya yang serupa. Mengingat, ketiga instrumen ini akan mendukung pembangunan infrastruktur dalam negeri.

"Mudah-mudahan ini langkah awal saat peringatan 40 tahun Pasar modal. Pola pendekatan saat ini akan diikuti oleh pembangunan infrastruktur yang lain," ujarnya.

Menurut Hoesen, OJK telah berkomitmen untuk mendukung penuh keinginan para stakeholders baik emiten, bank, maupun underwritter untuk mendapatkan peluang dari berbagai proyek infrastruktur.

"Beberapa produk yang sedang dibicarakan pun saat ini sudag cukup tersosialisasi Mudah-udah akan membawa kemakmuran dan keberhasilan pada perekonomian Indonesia," jelasnya.

Sumber : kumparan.com
BERITA LAINNYA
close