Mengungkap Bahaya Rokok Elektrik | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Rabu | 13 September 2017 | 08:51 WIB

GAYA HIDUP

Mengungkap Bahaya Rokok Elektrik

Rusdi Afrizal - FRONTROLL.COM
Mengungkap Bahaya Rokok Elektrik
FRONTROLL.COM,- Rokok elektrik alias vape umumnya dianggap sebagai batu loncatan bagi orang-orang yang ingin mencoba berhenti merokok. Tidak sedikit kalangan menganggap rokok jenis ini sebagai alternatif yang jauh lebih sehat dibandingkan rokok tembakau.

Padahal, riset yang dilakukan Institut Karolinska di Stockholm, Swedia, mengungkap bahaya yang tersimpan di dalamnya. Vape yang mengandung nikotin berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, karena menyebabkan arteri menjadi kaku serta meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Hasil tersebut didapatkan dengan melakukan serangkaian pengujian terhadap 15 sukarelawan sehat yang sebelumnya tidak pernah menggunakan rokok elektrik. Para peserta yang menghisap vape selama 30 menit, tercatat mengalami peningkatan tekanan darah, detak jantung, dan kekakuan arteri yang signifikan.

"Jumlah pengguna rokok elektrik telah meningkat drastis beberapa tahun terakhir karena dianggap tidak berbahaya oleh masyarakat umum. Namun, keamanannya masih diperdebatkan dan semakin banyak bukti menunjukkan beberapa efek kesehatan yang merugikan," ungkap peneliti utama studi, dr Magnus Lundback sebagaimana dikutip dailymail.

Meski ukuran penelitian yang dilakukan berskala kecil dengan efek yang bersifat sementara, Lundback percaya penggunaan rokok elektrik berulang kali bisa menimbulkan efek permanen. Namun, ia mengingatkan bahwa hasil studi yang digagas berlaku untuk vape bernikotin.

Pakar jantung dari Universitas Sheffield, Tim Chico, angkat suara mengenai hasil penelitian tersebut. Menurutnya, rokok elektrik tidak menyimpan bahaya sebesar rokok konvensional, tetapi sebaiknya siapa saja tidak menggunakannya secara keliru dengan menganggapnya sama sekali tidak berbahaya.

"Penting untuk memahami dampak rokok elektrik, tetapi seharusnya tidak mengurangi fakta bahwa rokok konvensional mengurangi harapan hidup selama 10 tahun dan menyebabkan penyakit kronis yang menghancurkan kualitas hidup," kata Chico, dikutip dari laman Independent.
BERITA LAINNYA
  • Kisah Anak Tukang Las yang Sekolah di China

    SOSOK / TOKOH | 26 September 2017 16:10 WIBRama Aldi Sanjaya merupakan seorang mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University. Rama menceritakan seputar ayahnya
  • Lakukan Hal Ini Supaya Tidak Terlihat Tua

    GAYA HIDUP | 26 September 2017 15:24 WIBMenjadi tua adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Namun terlihat lebih tua dibanding teman-teman sebaya adalah sesuatu yang berbeda. Dan hal itu ternyata bisa kita hindari dan
  • Inilah yang Harus Disiapkan Saat Ingin Tatto

    GAYA HIDUP | 26 September 2017 14:39 WIBBuat sebagian orang, tato adalah hal yang nggak menyenangkan. Tapi buat sebagian lainnya, tato patut dipertimbangkan, karena 'butuh nyali' untuk melakukannya. Kalau kamu termasuk orang
  • 7 Kuliner Indonesia yang Penuh Nilai Filosofi

    GAYA HIDUP | 26 September 2017 14:30 WIBIndonesia, merupakan negara yang luas dan kental akan keanekaragaman budayanya. Terbentang dari Sabang hingga Merauke dan terbagi menjadi 34 provinsi yang tentu saja setiap daerah memiliki makanan