Tatang Kaswara dan 12 Sniper Terbaik Dunia | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Rabu | 04 Maret 2015 09:54:20 WIB

SOSOK / TOKOH

Tatang Kaswara dan 12 Sniper Terbaik Dunia

Redaksi - FRONTROLL.COM
Tatang Kaswara dan 12 Sniper Terbaik Dunia
FRONTROLL.COM,-
Dengan mata nyalang yang tajam bak elang, para penembak jitu mengintai dari teropong senapan musuh, mengendap di semak-semak atau di atas gedung. Mereka dianggap pahlawan bagi negaranya. Buku Sniper Training, Technique and Weapon yang ditulis Peter Brookesmith tahun 2000 lalu, mencatat beberapa sniper hebat. Siapa saja mereka?

Di buku tersebut, ada nama sniper legendaris Indonesia, Tatang Koswara, di dalamnya. Dia menempati urutan ke-14, sebagai penembak jitu terhebat sepanjang masa.

Berikut 7 nama pertama dari 14 penembak jitu yang ada di buku Peter Brookesmith, seperti dikutip, Kamis (26/2/2015):

1. Simo Hayha
Simo Hayha merupakan sniper legendaris asal Finlandia. Kiprahnya terjadi saat Winter War (1939-1940) kala pasukan Rusia menyerang Finlandia saat musim dingin. 

Sekitar 542 prajurit Rusia terkonfirmasi berhasil ditembaknya. Saat beraksi, Simo tidak menggunakan teleskop yang tidak memantulkan cahaya dan hanya menggunakan pisir besi sehingga sulit ditemukan. Dia bisa menembak musuh dari jarak lebih dari 400 meter.

2. Erwin Koenig
Dari Wikipedia disebutkan bahwa Erwin Konig atau Heinz Thorvald adalah nama dari seorang sniper Wehrmacht handal yang terbunuh oleh sniper legendaris Tentara Merah Vasily Zaytsev selama berkecamuknya pertempuran Stalingrad tahun 1942-1943. Nama Konig disebut-sebut oleh Zaytsev dalam buku memoarnya, "Notes of a Sniper", juga dalam buku non-fiksi besutan William Craig yang terbit tahun 1973 berjudul "Enemy at the Gates: The Battle for Stalingrad". 

Tapi nama ini mengemuka tatkala diperankan dengan bagus sekali oleh aktor Ed Harris dalam film "Enemy at the Gates" (2001), yang menggambarkan duel sniper antara Zaytsev dan Konig selama hari-hari terakhir Pertempuran Stalingrad.

3. Nikolai Yakovlevich Ilyin
Nikolai Yakolevich Ilyin adalah sniper Tentara Merah Rusia di Divisi 50th Guard Rifle yang juga berkiprah pada perang Stalingard pada 1942-1943. Dari warhistoryonline.com mengatakan bahwa sekitar 494 musuh berhasil ditembaknya, atau 496 musuh versi buku "Sniper Training, Techniques and Weapon" yang ditulis Peter Brookesmith. Nikolai gugur dalam medan tempur pada 4 Agustus 1943.

4. Vasily Gregorievich Zaytsev
Vasily Zaytsev adalah sniper legendaris dari kesatuan Tentara Merah Rusia yang kiprahnya menjadi legendaris pada saat Perang Stalingard pada 1942-1943. 

Zaytsev, menurut situs russiapedia.rt.com, berhasil menembak 300 tentara Nazi. Dalam kurun 10 November-17 Desember 1942 saja, ada 225 yang terkonfirmasi tewas, 11 di antaranya sniper. 

5. Lyudmila Pavlichenko
Selama Perang Dunia I dan II, Rusia diketahui paling banyak menggembleng warganya nan cantik, cerdas, tapi punya naluri membunuh tinggi sebagai penembak jitu atau sniper. Penembak jitu perempuan yang paling legendaris adalah Lyudmila Pavlichenko. Dia lahir di Belaya Tserkov, wilayah Ukraina pada 12 Juli 1916. Mahasiswi jurusan Sejarah Universitas Kiev ini ikut terjun dalam perang Dunia II saat Jerman menyerang Russia. 

Pavlichenko yang tomboy sebetulnya melamar untuk menjadi perawat di divisi Infanteri. Tapi di tengah jalan ia dipindahkan ke divisi sniper. Dia bergabung dengan 2000 perempuan lainnya yang akan dilatih menjadi sniper.

6. Adelbert Waldron III
Nama Adelbert Waldron III moncer saat Perang Vietnam. Bert, demikian panggilannya, bergabung dengan AL AS pada 1953. Selulusnya dari sekolah sniper Army Marksmanship Unit (AMU) tahun 1968, Bert lantas bekerja sebagai personel AL AS di Sungai Mekong. 

Hingga akhir tugasnya pada pertengahan 1969, Berts yang saat itu berusia 36 tahun berhasil menembak musuh sebanyak 109 orang, jumlah tertinggi di antara tentara AS saat perang Vietnam, demikian dikutip dari snipercentral.com. 

7. Charles B Mawhinney
Charles Mawhinney juga sniper yang berkiprah di Perang Vietnam berasal dari satuan US Marine Corps (USMC). Chuck, panggilan Charles B Mawhinney, bergabung di USMC tahun 1967 setelah lulus SMA pada usia 18 tahun, kemudian mengikuti sekolah sniper Scout Sniper School di Camp Pendleton hingga lulus pada April 1968. Setelah itu, Chuck langsung dikirim ke Perang Vietnam. 

Selama 13 bulan bertugas di Vietnam, menurut situs chuckmawhinney.com, Chuck terkonfirmasi menembak 103 tentara Vietkong. Dia akhirnya pensiun dari USMC tahun 1970, kemudian kembali ke Lakeview, Oregon dan menikah serta bekerja pada US Forest Service hingga pensiun pada akhir 1990. 

8. Carlos N Hatchcock
Bakal Carlos N Hatchcock sebagai penembak jitu sudah terendus saat berlatih di pusat pendidikan US Marine Corps (USMC), tempat di mana dia bergabung sejak berusia 17 tahun. Dia beberapa kali memenangi kejuaran elite menembak di kalangan USMC. 

Saat Carlos ditempatkan di Vietnam tahun 1966, dia ditempatkan di wilayah yang paling berbahaya, Bukit 55. Tugasnya pun khusus, yakni melumpuhkan petinggi Vietkong, Pasukan Vietnam Utara plus sniper lawan.

9. Thomas R Leonnard
Thomas R Leonard adalah sniper dari US Marine Corps (USMC) yang juga terjun dalam perang Vietnam. Dalam situs snipercentral.com, disebutkan Thomas berhasil menembak 74 musuh. 

Sedangkan dalam buku "Sniper Training, Technique and Weapon" yang ditulis Peter Brookesmith tahun 2000, disebutkan berhasil menembak 94 musuh.

10. George Filyaw
Lagi-lagi dari satuan US Marine Corps (USMC) yang berlaga di Perang Vietnam, adalah George Filyaw. Dalam situs snipercentral.com, dia terkonfirmasi menewaskan 56 musuh dan 20 orang lain yang belum terkonfirmasi.

Data 56 musuh yang ditembak Filyaw ini sama dengan data di buku "Sniper Training, Technique and Weapon" yang ditulis Peter Brookesmith tahun 2000. 

11. Philip G Moran
Philip G Moran juga adalah penembak jitu di Perang Vietnam dari kesatuan AD AS. Jumlah tembakan Philip yang berhasil mengenai musuh menurut snipercentral.com adalah 53 tembakan, sama dengan yang disebutkan di buku "Sniper Training, Technique and Weapon" yang ditulis Peter Brookesmith tahun 2000.

12. Tatang Koswara
Indonesia juga punya seorang sniper, namanya Tatang Koswara. Dengan penuh ekspresi kakek tujuh cucu itu mengisahkan pengalamannya bertempur di Timor Timur pada 1977-1978. Remexio, Lautem, Viqueque, Aileu, Becilau, dan Bobonaro adalah daerah operasinya di bawah komando Letnan Kolonel Edi Sudrajat. 

Meski di tanah air tak banyak yang mengenalnya, di dunia militer internasional justru mengakui reputasi Tatang sebagai sniper. Dalam buku 'Sniper Training, Techniques and Weapons' karya Peter Brokersmith yang terbit pada 2000, nama Tatang berada di urutan ke-13 sniper hebat dunia. Di situ disebutkan bila Tatang dalam tugasnya berhasil melumpuhkan sebanyak 41 target orang-orang Fretilin. 

Itu sebetulnya cuma dalam satu misi operasi. Tatang pernah tiga kali menjalankan misi, termasuk seorang diri. Tatang  memiliki sandi S-3 alias 'Siluman 3'. 

Kata siluman dimaksudkan karena misi yang diembannya bersifat sangat rahasia. Sementara angka tiga merujuk ranking yang didapatnya saat mengikuti pendidikan sniper dari Kapten Conway anggota Green Barets Amerika Serikat pada 1973. (*)
 
 
BERITA LAINNYA
close