Israel Kirim Lumba-lumba Mata-matai Hamas | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Jumat | 21 Agustus 2015 10:15:59 WIB

INTERNASIONAL

Israel Kirim Lumba-lumba Mata-matai Hamas

Redaksi - FRONTROLL.COM
Israel Kirim Lumba-lumba Mata-matai Hamas
FRONTROLL.COM,-
Hamas menangkap lumba lumba yang dijadikan mata-mata oleh Israel di lepas pantai Jalur Gaza.

Media Israel dan Palestina memberitakan lumba-luma dilengkapi alat perekam dan senjata senjata panah yang bisa ditembakan.

Radio Israel, mengutip petinggi Hamas, memberitakan lumba-lumba itu ditangkap pasukan katak Brigade Al Qassam. Lumba-lumba dilengkapi aksesoris mata-mata, termasuk kamera.

Yedioth Ahronoth memberitakan lumba-lumba dikirim pasukan Israel untuk merekam latihan pasukan katak Brigade Al Qassam.

Nedae Al Watan, outlet berita Palestina, memberitakan Hamas melihat lumba-lumba bergerak mencurigakan, dan pasukan Brigade Al Qassam menangkapnya.

Lumba-luba dilengkap senjata panah kecil yang berfungsi membunuh manusia yang menangkapnya.

Times of Israel secara sinis memberitakan Hamas sedang berbicara tentang mamalia, bukan kapal selam kelas Dolphin yang beroperasi di lepas pantai Jalur Gaza. Situs resmi Hamas tidak memberi informasi apa pun tentang penangkapan lumba-lumba.

Israel kerap dituduh menggunakan hewan untuk tujuan militer. Turki, misalnya, mengklaim dua kali menangkap dua burung yang dilepas Israel untuk kegiatan mata-mata. Tuduhan serupa juga diutarakan Sudan.

Tahun 2010, Gubernur Sinasi Selatan mengatakan hiu yang menyerang turis di resor Mesir dikendalikan Mossad -- agen rahasia Israel.

Namun, Israel bukan negara pertama yang menggunakan lumba-lumba untuk tujuan militer. Uni Soviet, di era perang dingin, melatih tempur mamalia laut ini di Semenanjung Krim atau Krimea.

Program ini diluncurkan tahun 1960-an, dan sempat berhenti ketika Uni Soviet runtuh. Tahun 2012, Ukraina melanjutkannya. Tahun 2014, Rusia mencaplok Krimea, dan melanjutkan program itu.

Uni Soviet menggunakan lumba-lumba dan anjing laut untuk patroli, mencari penyelam yang hilang, atau melacak kekayaan alam bawah air. Ada pula yang dilatih untuk tujuan menghancurkan lawan, dengan metode kamikaze. (inlh)
BERITA LAINNYA
close