Find and Follow Us

| : WIB
[Foto : Istimewa/Frontroll]

FRONTROLL.COM,

Kesenjangan perekonomian Indonesia masih cukup lebar. Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mencatat sebanyak 20% penduduk yang kelas atas menguasai 70% perekonomian negara dengan nominal Produk Domestik Bruto (PDB) berjumlah sekitar Rp 11.000 triliun.

"Sebanyak 20% penduduk kelas atas itu menguasasi 70% perekonomian Indonesia. Sedangkan 40% kelas menengah hanya menikmati 20%. Ini yang membuat adanya peningkatan gini rasio (ketimpangan/ketidakmerataan) dari 0,33 pada 2002 menjadi 0,41 pada 2012," ungkap Menko PMK Puan Maharani dalam seminar tingkat tinggi tentang isu kependudukan dan pembangunan di Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (21/9/2015).

Puan menyebutkan, masyarakat miskin di Indonesia yang sekarang berjumlah 7,2 juta orang hanya mampu belanja ‎sebanyak Rp 500.000 per bulan. Menurutnya, catatan tersebut masih tidak sesuai dengan kelayakan. Kemudian ada 40 juta penduduk yang masih mencari pekerjaan yang layak.

"‎Dengan Rp 500.000 per bulan, apa dapat menghidupkan penduduk Indonesia secara layak, tentu saja menjadi pertanyaan bagi kita semua," tegasnya.

Ada beberapa aspek yang mesti diperhatikan dalam perkembangan pembangunan manusia.‎ Di antaranya adalah dari sisi dinamika internal yang kondisi demografinya berada di luar perkiraan, karena peningkatan jumlah penduduk secara signifikan.

"Makanya kita harus siapkan kebijakan yang integral dan selaras dengan pembangunan. Agar mampu menciptakan window of opportunity (peluang)," kata Puan.

Ada lima strategis yang diusung oleh pemerintah. Di awali dengan pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas, pembangunan keluarga, pengendalian mobilitas penduduk dan pengetatan administrasi kependudukan‎.

"Kualitas penduduk dilihat pendidikan, tingkat sosial, ketahanan dan kecerdasan untuk mengembangkan kemampuan," ujarnya.

Puan menambahkan, Indonesia dalam proyeksinya akan menikmati bonus demografi. Maka dari itu beberapa langkah strategis yang sudah direncanakan harus dapat terealisasi.

"Indonesia akan menikmati bonus demografi. Upaya pemerintah untuk menjamin kualitas adalah jaminan kebutuhan penduduk secara dasar, ini sedang dan akan dalam program Indonesia pintar, Indonesia sehat, ketahanan rumah tangga dan simpanan rumah tangga. Dan meningkatkan penduduk dilakukan untuk pembangunan daerah dan akses dengan bunga bank yang disubsidi," terangnya.

Tag :

0 Komentar