Find and Follow Us

| : WIB
GAYA HIDUP

Melatih Konsentrasi dan Kesabaran di Shooting Club Blok M

Oleh : Redaksi | Sabtu, 02 April 2016 - 14:21:52 WIB | 41001 Views
[Foto : Istimewa/Frontroll]

FRONTROLL.COM,

Untuk saat ini asumsi masyarakat luas memang menggambarkan bahwa menembak adalah kegiatan yang yang keras dikarenakan biasanya hanya aktif dilakukan oleh TNI dan Polri, namun ditempat ini semua masyarakat umum dapat mencoba olahraga menembak ini.

Shooting Club Blok M Plaza yang ada dilantai 4 ini didirikan oleh Ridwan Stevanus sejak 17 Februari 1997 dengan misi memasyarakatkan olahraga menembak, menembak adalah olahraga yang menuntut konsentrasi dan kesabaran. Ditempat ini pengunjung yang ingin mengembangkan bakat menembak dan ingin menjadi atlit dapat belajar. Atau merekan yang sekedar ingin melatih konsentrasi dan kesabaran pun bisa dilatih.

Lapangan tembak yang diresmikan 17 februari 1999 ini bisa menempa bakat menembak dan menjadi atlit profesional untuk mengikuti lomba antar klub atau kejuaran seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), sebelumnya anggota dari klub tembak ini mendapatkan medali perunggu pada PON edisi sebelumnya di Riau.

"Jadi kebetulan pemilik Plaza Blok M ini Bapak Ridwan Stevanus seorang atlit tembak, beliau berfikir kenapa kita tidak bikin lapangan sendiri sekalian memasyarakatkan olah raga menembak, itu misi beliau, terus sambil berjalan jadilah lapangan tembak ini,” tutur Herdi Feri Instruktur Shooting Club Blok M Plaza.

 Lebih lanjut Herdi menerangkan, “jadi kita namanya Plaza Blok M Shooting Club  dari klub DKI, arahnya memang ke arah prestasi atau menjadi atlit, kita ada jadwal latihan untuk klubnya itu senen rabu dan jumat. Kebetulan PON terakhir yang di Riau yang menyumbangkan mendali perak cabang menembak dari club kita."

Klub ini membuktikan, bahwa olahraga menembak atau lebih akrab disebut Air Shooting ini, tidak lagi semata dilakukan oleh masyarakat di strata ekonomi  tertentu serta menghilangkan kesan bahwa olahraga itu hanya bisa dimainkan di tempat khusus yang eksklusif. 

Untuk waktu operasional menyesuaikan dengan gedung dari jam 10 pagi sampai 9 malam. Biaya yang dikeluarkan itu perpaket jadi kita perpaket jadi 15 peluru bayar Rp30.000 dan yangg 35 peluru Rp50.000 itu saja. “Kita ada 2 jenis senjata pistol atau senapan. Ada juga kalau mau bawa perlengkapan sendiri hanya sewa lapangan per-jam Rp 50.000,” terang Herdi.

Karena antusiasme masyarakat yang cukup bagus dan peminat olahraga ini juga banyak, baik yang hanya sekedar bermain atau ingin berlatih, maka pengelola membuka pendaftaran bagi yang ingin mengembangkan bakat menembak.

Dan akan dilatih oleh pakar olahraga menembak, karena memang peralatan menembak yang cukup mahal maka para anggota akan dipinjamkan peralatan dan dikenakan iuran setiap bulan sebesar Rp350.000.

 “Untuk mendaftar di klub ini cukup menyerahkan KTP dan 2 lembar pas foto dengan jadwal latihannya Senin, Rabu dan Jumat. Dilatih pembimbing khusus Bapak Ismail Rajiman itu dari wakil bidang sasaran lapangan tembak Senayan dan mulai latihan dari jam 4 sore sampai jam 8 malam,” jelas Hardi.

Untuk olahraga menembak memang bisa menjadi pilihan bagi masyarakat umum, selain bisa melatih konsentrasi dan kesabaran biaya yang dikeluarkanpun tidak terlalu menguras kantong.  Pelayanan yang paling istimewa adalah, pengunjung tidak perlu terburu-buru menghabiskan sisa peluru yang telah disewa karena mungkin takut dianggap memboros-boroskan waktu, sebab, olahraga ini sangat membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

“Kalau pikiran sedang tidak tenang apalagi terburu-buru, pasti tidak akan focus, jadi santai saja sambil menarik nafas diselingi istrirahat yang rileks baru mulai kembali latihannya, kita juga tidak akan meminta cas uang lebih atas waktu tersebut,” tutup Herdi. (GR)

Tag :

0 Komentar