Alexandra Asmasoebrata : Kibarkan Merah Putih di Race Formula | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Kamis | 19 Mei 2016 | 00:00 WIB

WAWANCARA

Alexandra Asmasoebrata : Kibarkan Merah Putih di Race Formula

Redaksi - FRONTROLL.COM
Alexandra Asmasoebrata : Kibarkan Merah Putih di Race Formula
FRONTROLL.COM,-

Di temui secara eksklusif di kantor managementnya, pebalap wanita tanah air, Alexandra Asmasoebrata mengaku akan sangat senang sekali jika nantinya Indonesia memiliki banyak kaum perempuan yang  berminat menjadi pebalap. Sehingga, olahraga yang identik milik laki-laki ini, turut diwarnai prestasi yang berasal dari talenta kaum Hawa yang piawai menjadi ‘pilot jet darat’.

Perempuan bernama lengkap Allida Alexandra Nurluthvia atau yang lebih dikenal dengan Alexandra Asmasoebrata adalah satu-satunya pebalap perempuan Indonesia di kelas gokart maupun mobil formula. Dunia balap diperkenalkan sang Papa, yaitu Alex Asmasoebrata yang juga seorang pebalap yang memiliki sejumlah prestasi mengharumkan.


Perempuan kelahiran Jakarta, 23 Mei 1988 ini memulai debutnya di ajang balap gokart pada usia 12 tahun di sesi 60 cc. Dalam kelas ini, putri ketiga dari pasangan Haji M. A. S. Alex Asmasoebrata dan Hj. Sofia Muri Mardiana ini beberapa kali berhasil menyabet juara pertama. Dan setahun kemudian, Andra, begitu ia disapa, mulai pindah ke kelas 125 cc, bahkan Andra melejit hingga ke ajang setingkat ASEAN.

Berkat penampilannya yang cemerlang, Andra mendapat tawaran untuk masuk ke arena balap internasional. Tepatnya, 27-29 Februari 2004 di Spanyol, Andra diikutsertakan dalam kualifikasi Formula BMW Scholarship. Tiga tahun kemudian, tepatnya 2007, Andra mengikuti kejuaraan Formula Renault Asia dan kejuaraan Karting (Gokart).


Di kancah internasional, Andra tercatat sebagai pembalap wanita pertama di Asia. Bahkan dia pun berhasil menempati pole position pada kejuaraan Seri terakhir 7 dan 8 Formula Campus di Goldenport Motorpark Circuit, Beijing China, Oktober 2005.

Dan dalam rangka memperingati hari Kartini , 21 April 2007, Andra dianugerahi penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) karena prestasinya sebagai pembalap perempuan pertama Indonesia yang berprestasi.


Mengenal Pebalap Wanita F1
Perempuan yang pernah menimba ilmu di SMP Al Azhar Kebayoran Baru, SMU Al Azhar Kebayoran Baru, Fakultas Komunikasi Universitas Paramadina ini mengaku telah menyaksikan ajang F1 sejak dirinya masih sangat kecil. Sehingga, pengetahuannya tentang balapan Formula pun sangat luas, apalagi jika berbicara pebalap perempuan yang pernah mampir di lintasan F1.
 
Sejak pertama kali ajang F1 diperlombakan pada tahun 1950, tercatat hanya ada 5 pebalap perempuan yang pernah tampil di seri balap mobil terpopuler sejagad raya tersebut. Mereka adalah Maria Teresa de Filippis (1958-1959), Maria Grazia Lombardi (1974 & 1976), Divina Maria Galica (1976 & 1978), Desire Randall Wilson (1980), dan Giovanna Amati (1992). Bahkan di musim tahun lalu, Susie Wolff hanya dipercayai Williams sebagai test driver, sedangkan Carmen Jorda menjadi development driver Lotus.

Dengan jumlah ini, dapat diartikan bahwa minimnya pebalap perempuan di dunia F1 bukan karena jarang mendapatkan kesempatan, melainkan bisa karena kualitas pebalap perempuan itu sendiri yang belum setara dengan pebalap pria. Selain itu, umumnya Tim F1 melihatnya dari skill (tapi tidak sepenuhnya), bisa juga lebih ke sponsor.


Rio Haryanto di Mata Andra
Andra menjelaskan bahwa tahun ini dirinya sedang tidak balap. Seperti yang terlihat dengan Rio Haryanto kala hendak masuk F1, susahnya mendapatkan sponsor menjadi alasan kuat bagi Andra untuk vakum sementara.

Rio anak bangsa yang kini menjadi pebalap F1, Andra melihatnya seperti apa?

Aku sih speechless kalau ngomongin Rio. Suddenly merinding.  Aku kenal Rio sejak aku balap tahun 2001. Beda setahunan dengan Rio. Waktu itu kita masih piyik di gokart yang 60cc. Kita berjuang bareng. Bahkan saya satu tim dengan Rio itu bertahun-tahun. Waktu itu saya duluan yang ke Formula tahun 2003-2004. Sedangkan Rio sekitar 2006/2007 baru ke Formula. Kita pernah merasakan jadi satu tim, jadi teman, jadi lawan, dan kita pernah mewakili Indonesia di kejuaran balap dunia bersama.

Melihat  Rio ada di Formula1, pastinya iri. Namun, iri yang positif. Jika tidak iri, berarti aku tidak punya passion. Jadi, melihat Rio ada di sana mewakili Indonesia di ajang F1, senangnya itu luar biasa. Dan bagi aku, Rio sudah menjadi juara. Karena, aku juga merasakan betapa susahnya masuk F1. Jadi, begitu Rio masuk F1, itu adalah perjuangan yang dari dulu hingga sekarang dicita-citakannya.

Bagaimana komentar  Andra terkait race Melbourne?
Aku support full untuk Rio. Yang perlu diketahui, timnya Rio ini tim papan bawah. Bukan juga papan tengah. Dari 20 tim, dan dari 21 balapan tahun lalu, tim ini tidak punya poin sama sekali. Zero point. Jadi, untuk dia masuk ke papan tengah pun itu sudah bagus banget. Dan yang terpenting sekarang, jangan Rio dikasih pressure, kita dukung saja. Rio sudah membawa nama dan bendera bangsa ada disitupun, aku sudah bangga banget.
 
Bisakah kedepannya Rio dilirik oleh tim papan atas?
F1 ini menyediakan 22 kursi dari negara-negara yang ada di dunia. Setiap negara saja ada ratusan ribu orang yang mau masuk ke sana. Sudah dapat kursi disitupun saja sudah bagus banget. Dan untuk dilirik, itu membutuhkan sentuhan luck. Jadi, yang paling mungkin Rio maksimalkan sekarang adalah performanya saat ini.  Tujuannya agar jika beruntung ada yang meliriknya. Rio memiliki peluang itu.

Bagaimana peluang Rio di race berikutnya?
Secara skill, Rio itu sangat jago. Yang aku harapkan adalah Rio memberikan tontonan yang lebih lama saja untuk penonton Indonesia. Jadi, yang penting Rio finish saja dulu saat pertandingan nanti. Saya pun yakin bahwa Rio disana juga berharap agar orang Indonesia mengerti dengan kondisinya.
 
Sebagai pebalap, apa saja yang harusnya dipersiapkan sebelum balapan?
Pastinya harus konsentrasi dan fokus. Fisik, perasaan, pikiran harus ok. Segala macemnya harus ok. Aku yakin pebalap sekelas Hamilton pun juga begitu. Tapi, bagaimana caranya memperispakan hal itu, jam terbang pula yang akan menjawabnya. Kita harus bisa mengontrol kondisi yang ada. Karena adrenalin saat itu akan dipacu untuk melakukan race dalam kecepatan yang luar biasa. So, terus berjuang. Harumkan nama bangsa di F1. (*)




BERITA LAINNYA
  • Skytrain Solusi Macet Bandara Soetta

    MEGAPOLITAN | 26 September 2017 17:03 WIBKini para pelancong akan kian dimudahkan dengan keberadaan Skytrain yang menghubungkan ketiga terminal di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Layanan transportasi skytrain pertama di Indonesia
  • Lawan Dortmund, Toni Kroos Masuk Skuad Inti Real Madrid

    OLAHRAGA | 26 September 2017 16:54 WIBGelanda asal Jerman, Toni Kroos telah kembali masuk skuad inti Real Madrid setelah sembuh dari cedera rusuk. Kross mengalami cedera saat timnya menang melawan Alaves dengan skor 2-1 dan saat ini
  • Kisah Anak Tukang Las yang Sekolah di China

    SOSOK / TOKOH | 26 September 2017 16:10 WIBRama Aldi Sanjaya merupakan seorang mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University. Rama menceritakan seputar ayahnya