Merasakan Obamas Effect | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Sabtu | 01 Juli 2017 08:06:08 WIB

FEATURE

Merasakan Obamas Effect

Redaksi - FRONTROLL.COM
Merasakan Obamas Effect
FRONTROLL.COM,-
Dalam sepekan terakhir ini, Indonesia tengah menjadi buah bibir media-media asing.

"White water briefing! The Obamas take some time away from their luxury $2,500-a-night Indonesian resort to enjoy some rafting with the whole family."

"Barack Obama and family go river rafting on holiday in Indonesia."

"Obama makes nostalgic trip to his Indonesia childhood home."

"The Obamas continue to live their best lives on holiday in Bali."

Itu hanya sedikit dari deretan headline berbagai media online internasional tentang liburan Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama di Indonesia. Tentu saja Obama tak sendirian. Ia mengajak serta sang istri, Michelle Obama dan kedua putrinya, Malia dan Sasha. Beserta rombongan, keluarga Obama tiba di Bali 23 Juni 2017 lalu.

Di Pulau Dewata, Obama mengunjungi sejumlah destinasi wisata andalan, mulai dari Istana Tampak Siring, Pura Tirta Empul, Desa Jati Luwih hingga Agung Rai Art Museum (ARMA). Setelah lima hari menikmati liburan di Bali, Obama sekeluarga terbang ke Yogyakarta. Selama dua hari di sana, mereka berjalan-jalan ke Candi Borobudur, wisata alam Puncak Becici, Candi Prambanan dan Taman Sari Keraton Yogyakarta.

Foto dan berita lawatan Obama ke Indonesia memang telah tersebar di berbagai media luar negeri. Laman media mancanegara dari Eropa, Australia, Asia dan AS memajang foto-foto aktivitas seru Obama beserta keluarga di Indonesia, seperti saat rafting di Sungai Ayung, trekking di Jati Luwih dan mengunjungi Candi Borobudur.

Bahkan, foto istri serta kedua anak Obama mengenakan sarung Bali kala singgah ke Pura Tirta Empul sempat jadi sorotan.

Kini Obama sudah berada di Jakarta dan telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat. Sabtu, 1 Juli 2017, Obama akan menghadiri kongres ke-4 Diaspora (perkumpulan warga Indonesia yang pernah bersekolah di luar negeri) di Mal Kasablanka, Jakarta Selatan.

Di acara yang diikuti 3.500 peserta dan undangan dengan tema 'Bersinergi Membangun Negeri' itu, Obama akan menyampaikan pidato kunci tentang pluralisme. Ia berencana meninggalkan Indonesia untuk bertolak ke Seoul, Korea Selatan, Minggu, 2 Juli 2017.

Obama's Effect
Obama hanya satu dari sekian banyak figur publik internasional maupun pesohor dunia yang berlibur ke Indonesia. Sebut saja Gwyneth Paltrow, Leonardo DiCaprio, Ashton Kutcher, Mila Kunis, Richard Gere, Paris Hilton, David Beckham, pendiri Google Sergey Brin dan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Tak bisa dimungkiri bahwa kunjungan orang-orang terkenal yang sering jadi sorotan publik, berbuah manis pada pariwisata Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Riyanto.

Kedatangan pria berusia 55 tahun tersebut memberi nilai tinggi pada Indonesia, karena Obama merupakan tokoh internasional yang dikenal di seluruh penjuru dunia. Kehadirannya mampu membawa citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan indah untuk dinikmati serta dikunjungi.

"Bisa meningkatkan potensi wisata di Indonesia, menjadi bagian promosi yang luar biasa," kata Aris di Yogyakarta, Jumat, 30 Juni 2017.

Terlebih, saat ini, Yogyakarta sedang dibangun New Yogyakarta International Airport yang mampu mengakomodasi pesawat untuk penerbangan antar benua, sehingga bisa mengajak orang-orang luar negeri untuk datang ke Indonesia.

"Tentu, jika nantinya bandara baru telah beroperasi, potensi turis mancanegara masuk ke Yogyakarta semakin tinggi," katanya.

Dispar Provinsi Bali juga memanfaatkan momen kedatangan Obama untuk mempromosikan tempat-tempat wisata eksotis lewat hashtag #ObamaAjaPiknikKeBali di media sosial. Hal ini kerap dilakukan saat Bali kedatangan orang-orang penting.

Kuliner Indonesia Ikut Populer


Kuliner Indonesia Ikut Populer
Pernah menetap di Indonesia saat masih kanak-kanak membuat Obama akrab dengan sejumlah kuliner Nusantara. Dua yang menjadi favoritnya adalah nasi goreng dan satai ayam. Saking rindunya, pria kelahiran 4 Agustus 1961 itu langsung mengincar dua makanan setibanya di Yogyakarta, Rabu, 28 Juni 2017.

Bicara kuliner, Obama memang punya kenangan tersendiri dengan makanan khas Indonesia yang sering disantapnya dulu. Kelezatan kuliner Indonesia bagi Obama sangat membekas di hatinya. Bahkan hal ini disampaikannya pada November 2010, ketika ia melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. "Bakso, satai, enak ya,” kata Obama kala itu.

Saat berada di Yogyakarta, Obama tak sabar mencicipi kuliner khas Indonesia favoritnya. "Obama langsung memesan masakan khas Indonesia seperti bakmi, satai dan nasi goreng,” ujar Mey Nurnaningsih, General Manager Hotel Tentrem, hotel tempat Obama dan rombongan menginap di Yogyakarta.

Yogyakarta memang menjadi tempat yang pas untuk mencari sensasi cita rasa Indonesia. Di sinilah salah satu surga kuliner Indonesia. Mau cari apapun ada. Cita rasa Jawa, Keraton, perpaduan menu China, semua ada.

Menteri Pariwisata mengatakan, Obama turut mendongkrak popularitas 'Wonderful Indonesia'. Kibarannya disebut-sebut bahkan lebih ‘nendang’ dari 'Malaysia Trully Asia', 'Amazing Thailand' serta 'Your Singapore'.

Pesan yang disiratkan Obama saat memesan kuliner khas Indonesia di Hotel Tentrem sangatlah jelas. Ia tahu betul bahwa Indonesia bukan hanya cantik dalam sumber daya alam, indah dipandang dan budaya yang ramah, tetapi juga kekayaan kuliner yang tiada tara.

“Itu fakta. Presiden Obama sendiri sudah mengakui soal nasi goreng, bakso dan satai. Terima kasih Mr. Obama," kata Arief.

Kunjungan Obama juga diyakini akan mendongkrak kuliner Indonesia. Sebab, saat menjabat sebagai Presiden AS, ia pernah menuturkan kesannya tentang kuliner khas Indonesia seperti satai, bakso dan nasi goreng.
“Kuliner satai, nasi goreng, bakso langsung mendunia karena dia menyebut suka dengan makanan khas Indonesia itu. Kami berharap kali ini Barack Obama kembali ber-statement soal kuliner Indonesia,” ucapnya.


Diserbu Pengunjung Gara-gara Obama
Restoran di Imogiri, Mangunan, Bantul merasakan betul buah manis kunjungan Obama. Kamis, 29, Juni 2017, di sela-sela kunjungannya ke Yogyakarta, Obama beserta rombongan yang terdiri dari 18 orang mampir ke restoran Bumi Langit untuk bersantap siang. 

Mereka menikmati sejumlah kuliner khas Indonesia, seperti urap Bali, terong sambal Bali, sup ikan gurame, ayam suwir dan mi lethek goreng.

Minuman fermentasi seperti kambucha dan minuman dari bunga rosella, mint, lasih, serta susu yang berasal dari sapi yang dipelihara di restoran itu juga turut disajikan.

Baru sehari setelah Obama berkunjung, Jumat, 30 Juni 2017, restoran tersebut sontak langsung diserbu pengunjung. Sang pemilik, Iskandar Waworuntu mengaku, sejak kedatangan Obama, pengunjung restorannya naik tiga hingga empat kali lipat dari biasanya.

"Pengunjungnya hari ini ratusan. Biasanya kami tutup jam 6, tadi jam 4 sudah tutup. Kalau dikali lipat, mungkin bisa sampai tiga atau empat kali lipat dari biasanya," ucap pria keturunan Inggris itu saat dihubungi.

Ia pun mengaku senang, meski pihaknya belum bisa maksimal dalam memberikan pelayanan, lantaran pengunjung meningkat secara drastis.

"Saya senang-senang sedih. Senangnya karena setelah kunjungan Obama, pengunjung jadi membludak seperti hari ini. Tapi sedihnya, karena membludak kami jadi tidak bisa memberikan kualitas terbaik kami untuk mereka yang datang, karena harus cepat dan banyak," ujarnya.

Bumi Langit disebut Iskandar memang sudah cukup dikenal di AS karena mengusung konsep hidangan tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan-bahan organik. Tak heran jika restoran ini memiliki pasar tersendiri, terutama bagi konsumen yang memilih makanan sehat tanpa pengawet dan dari tanaman organik.

Sebelum disantap, menu-menu hidangannya juga sempat diuji terlebih dahulu untuk alasan keamanan.

"Makanannya sempat ingin diuji terlebih dahulu takut ada arsenik atau tidak. Saya bilang, 'Kalau mau diuji dulu berapa lama? Nanti makanannya keburu dingin'. 

Akhirnya mreka tes apa yang sudah jadi saja. Saya kasih sample dan mereka uji coba," ucap Iskandar menjelaskan.

Endorser Indonesia
Bagi Menpar Arief, pariwisata adalah bagaimana mengelola persepsi publik. "Tugas promosi adalah melukis persepsi, tugas destinasi adalah mendekatkan persepsi dengan kenyataan di lapangan. Ketika promise product sama atau lebih tinggi dari expectation customers, maka PR-ing kita sukses,” ujarnya.
Ia menilai, kedatangan Obama menjadi momen tepat dalam mempromosikan pariwisata Nusantara ke dunia internasional.

"Maka saat inilah timing yang paling bagus mempromosikan Bali lebih keras lagi di mata dan telinga dunia. Karena itu pula saya porsikan bujet besar promosi di Time Square Amerika untuk menyambut Barack Obama. Kami genjot sejak kehadirannya ke Bali, Yogyakarta dan Jakarta,” kata Arief.
Ia bahkan meminta kepada ASITA atau online travel agent (OTA) untuk menjual paket #NapakTilasObama. Paket wisata mengunjungi tempat-tempat istimewa yang pernah dikunjungi Obama selama berlibur di Indonesia. 

Menurut Arief, kunjungan Obama juga punya makna yang sangat strategis. Apalagi tokoh dunia itu selalu menjadi perhatian media.
“Barack Obama adalah endorser strategis, tokoh dunia, salah satu pemimpin Amerika yang fenomenal. Sampai akhir masa jabatannya pun masih dipuji dan dicinta publik Amerika dan dunia,” katanya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, ketika tokoh dunia sekaliber Obama berlibur ke Bali, Yogyakarta dan Jakarta, maka itu merupakan pesan bagi seluruh dunia, yang mengatakan bahwa  Indonesia adalah destinasi wisata yang aman, nyaman dan layak dikunjungi. Semakin banyak pula orang yang menyadari Indonesia adalah tempat wisata berstandar dunia.

BERITA LAINNYA
close