Titik 0 Backpaker Asing di Ibukota | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Rabu | 09 Agustus 2017 15:31:14 WIB

PARIWISATA

Titik 0 Backpaker Asing di Ibukota

Redaksi - FRONTROLL.COM
Titik 0 Backpaker Asing di Ibukota
FRONTROLL.COM,- Jakarta, yang telah bertranformasi menjadi kota metropolitan semakin hari semakin dikenal dunia. Tetapi tahu kah anda, sebelum ibukota ini menjadi sorotan, ada suatu jalan di pusat kota yang lebih dulu mendunia. Yah, Jalan Jaksa.

Jalan dengan pajang 400 meter dan lebar 6 meter ini sejak sekitar tahun 1960-an telah dikenal turis manca negara sebagai meeting point. Jalan Jaksa (sering disingkat Jl. Jaksa) terletak di kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat sering kali dijadikan titik “0”  turis manca negara dengan tampilan ala backpacker. Makanya tidak heran bagi yang sering wara wiri di sekitaran Kebon Siri sering melihat bule dengan carier besar dipunggung.

Jl. Jaksa tercatat dalam buku Lonely Planet sebagai salah satu tempat yang tak pernah tidur. Berbagai fasilitas untuk bule backpacker tersedia disini, penginapan, salon, warung internet, kafe, foodcourt, laundry, agen perjalanan, bar, money changer, sebut saja, semua tersedia. Tetapi bukan hanya itu, kehangatan warga dan dapat merasakan budaya lokal secara langsung yang menjadikan bule senang berada di jalan yang dulunya tempat berkumpul calon sarjana hukum tersebut.

Era 1980-an, Jalan Jaksa mencapai kejayaan. Ada sekitar 20 hostel. Sejumlah kafe juga bermunculan. Jalan Jaksa tidak hanya menjadi tempat bagi turis asing, tetapi juga sudah menjadi tempat berkumpul ekspatriat di Jakarta. Setelah tahun 1998, orang Indonesia mulai melirik Jalan Jaksa sebagai alternatif tempat penginapan. Sebelumnya, lokasi ini tidak dilirik sama sekali oleh pengusaha lokal.

Saat ini, jumlah hostel tersisa 14 saja. Sebagian hostel sudah berpindah tangan ke pemilik modal yang lebih besar. Menyusutnya jumlah hotel diikuti dengan berkurangnya jumlah turis yang datang. Dibanding masa jayanya dulu, Jalan jaksa justru terlihat lebih bersih dan rapi, tetapi justru itu yang membuat jalan legenda ini mulai kehilangan pamor.  Karena berbagai macam jajanan yang dulu menjadi simbol kini tak bisa dijumpai lagi.

Pemerintah pun mencoba mendongkrak kembali pamor Jalan Jaksa dengan diadakan Festival Jalan Jaksa. Festival yang diadakan tiap tahunan ini memang belum mampu mengembalikan nama besar Jalan Jaksa, namun setidaknya festival yang digelar setiap bulan Agustus ini bisa memberikan suasana semarak yang kini mulai jarang terasa.
BERITA LAINNYA
close