Kasihan Jokowi, Belum Selesai Sudah Dimaki-maki : Megawati | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Sabtu | 12 Agustus 2017 | 00:00 WIB

NASIONAL

Kasihan Jokowi, Belum Selesai Sudah Dimaki-maki : Megawati

Wenny KT - FRONTROLL.COM
Kasihan Jokowi, Belum Selesai Sudah Dimaki-maki : Megawati
FRONTROLL.COM,- Jakarta - Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri prihatin dengan banyaknya tudingan buruk pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Parahnya lagi, tudingan itu lebih banyak bersifat subjektif.

"Saya lihat kasihan deh orang ini. Kok terus diomongin jelek-jelek terus kayak enggak ada bagusnya," kata Megawati di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Mega, tudingan kepada Jokowi lebih banyak yang tidak berdasar. Padahal, Jokowi belum menyelesaikan tugasnya sebagai Presiden.

"Nah itu bukan budaya Pancasila, tidak objektif, sangat subjektif. Selesai saja belum sudah dimaki-maki begina begitu," ujar Mega.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu tahu ada saja kader yang nakal. Tapi kalau untuk persatuan dan kesatuan bangsa, dirinya siap menjadi garda terdepan membela Presiden Jokowi.

"Kalau buat bangsa dan negara, silahkan panggil kami. Kami siap untuk membelanya. Gitu loh," ucap Mega.

Sumber : liputan6.com
BERITA LAINNYA
  • Skytrain Solusi Macet Bandara Soetta

    MEGAPOLITAN | 26 September 2017 17:03 WIBKini para pelancong akan kian dimudahkan dengan keberadaan Skytrain yang menghubungkan ketiga terminal di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Layanan transportasi skytrain pertama di Indonesia
  • Lawan Dortmund, Toni Kroos Masuk Skuad Inti Real Madrid

    OLAHRAGA | 26 September 2017 16:54 WIBGelanda asal Jerman, Toni Kroos telah kembali masuk skuad inti Real Madrid setelah sembuh dari cedera rusuk. Kross mengalami cedera saat timnya menang melawan Alaves dengan skor 2-1 dan saat ini
  • Kisah Anak Tukang Las yang Sekolah di China

    SOSOK / TOKOH | 26 September 2017 16:10 WIBRama Aldi Sanjaya merupakan seorang mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University. Rama menceritakan seputar ayahnya