Kunjungan Mensos Ke Rumah Ibu Fatmawati Soekarno, Dirumah Tersebutlah, Bendera Merah Putih Di Jahit | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Minggu | 13 Agustus 2017 | 00:00 WIB

NASIONAL

Kunjungan Mensos Ke Rumah Ibu Fatmawati Soekarno, Dirumah Tersebutlah, Bendera Merah Putih Di Jahit

Wenny KT - FRONTROLL.COM
Kunjungan Mensos Ke Rumah Ibu Fatmawati Soekarno, Dirumah Tersebutlah, Bendera Merah Putih Di Jahit
FRONTROLL.COM,- Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa terlihat serius saat menjahit bendera sang saka Merah Putih di kediaman istri Presiden Soekarno, Fatmawati di Bengkulu. Lewat akun Instagramnya, Khofifah memposting foto menjahit bendera merah putih dan direspons ribuan warganet.

Lewat akun Instagramnya, Khofifah ingin bercerita tentang pengalamannya itu menggunakan mesin jahit jadul milik ibu negara, Fatmawati.

"Saya sempat tertegun lama, sebelum benar-benar menyentuh salah satu benda sakral milik bangsa ini. Milik Ibu Negara pertama, Ibu Fatmawati Soekarno. Sebuah mesin jahit bersejarah yang kini tersimpan di rumah kediaman beliau, di Kota Bengkulu. Mesin jahit ini sangat sederhana karena hanya digerakkan dengan tangan tidak seperti mesin jahit yang ada sekarang. Dari mesin jahit tangan buatan tahun 1941 inilah, lahir bendera Merah Putih pertama Indonesia. Bagi saya, merah putih lebih dari secarik kain berwarna merah dan putih. Disitu ada air mata, tumpahan darah, pengorbanan, dan semangat membara para pendahulu bangsa sehingga hari ini kita bisa bangga mengibarkannya. Karenanya, hindari tindakan yang bisa menodai merah putih misalnya anarkisme, intoleransi, radikalisme, narkoba, atau keinginan mengganti bendera tersebut. Bagi kita bangsa Indonesia merah putih tidak sekedar identitas bangsa tetapi simbol kedaulatan bangsa dan negara. Mari jaga Merah Putih. Mari jaga NKRI," tulis Khofifah.

Khofifah mengatakan, meskipun mesin jahit yang digunakan sangat sederhana, karena masih menggunakan tangan untuk memutar roda jarum, namun Ia dapat merasakan semangat juang kemerdekaan 17 Agustus 1945 di tengah keterbatasan saat itu. Mengingat bendera Merah Putih hasil jahitan Ibu Fatmawati tersebut dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan diiringi lagu Indonesia Raya.

"Ini momen yang baik bagi kita semua karena tidak lama lagi Indonesia merayakan HUT ke 72. Di tempat inilah Ibu Fat menjahit bendera pusaka. Dari tempat ini, semoga kita semua bisa menguatkan semangat merah putih dalam hati, pikiran dan prilaku kita," ujarnya.

Khofifah berharap, Bendera Merah Putih tidak saja berkibar di halaman-halaman rumah, instansi maupun ruas-ruas jalan, tapi juga di hati masing-masing rakyat Indonesia. Mengibarkan bendera Merah Putih, berarti pula mengibarkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan nasionalisme yang tinggi.

Khofifah datang ke Provinsi Bengkulu dalam rangka menghadiri rapat koordinasi verifikasi dan validasi data perluasan bantuan sosial non tunai PKH serta bantuan pangan non tunai serta pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap ke III di Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara. Total bantuan yang disalurkan senilai Rp23 Miliar kepada 17.072 Keluarga Penerima Manfaat.

Sumber : viva.co.id
BERITA LAINNYA
  • Skytrain Solusi Macet Bandara Soetta

    MEGAPOLITAN | 26 September 2017 17:03 WIBKini para pelancong akan kian dimudahkan dengan keberadaan Skytrain yang menghubungkan ketiga terminal di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Layanan transportasi skytrain pertama di Indonesia
  • Lawan Dortmund, Toni Kroos Masuk Skuad Inti Real Madrid

    OLAHRAGA | 26 September 2017 16:54 WIBGelanda asal Jerman, Toni Kroos telah kembali masuk skuad inti Real Madrid setelah sembuh dari cedera rusuk. Kross mengalami cedera saat timnya menang melawan Alaves dengan skor 2-1 dan saat ini
  • Kisah Anak Tukang Las yang Sekolah di China

    SOSOK / TOKOH | 26 September 2017 16:10 WIBRama Aldi Sanjaya merupakan seorang mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University. Rama menceritakan seputar ayahnya