FRONTROLL.COM
Kamis | 07 September 2017 00:00:00 WIB

PARIWISATA

10 Gunung Indonesia yang Sebaiknya Tak Didaki Pemula

Redaksi - frontroll.co.id
10 Gunung Indonesia yang Sebaiknya Tak Didaki Pemula
frontroll.co.id,- Indonesia merupakan salah satu negara yang punya banyak gunung dan pegunungan. Ini tak lepas dari pengaruh wilayah Indonesia yang masuk dalam jalur pertemuan lempeng dunia (Lempeng Benua Asia di kawasan Barat dan Lempeng Benua Australia di kawasan Timur), sehingga banyak menghasilkan rangkaian gunung api. Indonesia sendiri dilintasi oleh dua jalur pegunungan muda, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Makanya, nggak heran kalau di Indonesia ada begitu banyak gunung.

Dari sekian banyak gunung yang ada di Indonesia, ada gunung yang layak dan tak layak di daki. Berikut di antaranya 17 gunung cantik layak daki rekomendasi dari Valentine Dinar (27), salah satu pendaki gunung wanita yang juga admin aktif dari Komunitas Pendaki Gunung Indonesia Raya (KPGIR).

1. Gunung Rinjani
Kenapa Kamu harus mendaki ke Gunung Rinjani? Karena Rinjani merupakan salah satu gunung dengan banyak spot indah, dari savana yang luas, bukit penyesalan, segara anak sampai hutan lebat. Semua ini bisa dinikmati kalau pendaki lewat jalur Senaru. Di Gunung Rinjani sendiri sebetulnya ada jalur pendakian lain, yaitu jalur Torean dan Sembalun.

2. Gunung Binaiya
Kalau kebanyakan gunung bisa didaki dari ketinggian ribuan mdpl, maka tidak dengan Gunung Binaiya. Untuk mendaki gunung ini, Kamu harus berjalan kaki dari titik 0 mdpl. Di sepanjang Taman Nasional Manusela, Kamu akan banyak menemukan berbagai jenis hutan, mulai dari vegetasi hutan lumut, vegetasi hujan dataran rendah dan vegetasi hujan pegunungan.
Ada dua jalur pendakian resmi yang bisa ditempuh pendaki, yaitu Desa Piliana (sisi selatan) dan Desa Kanikeh (sisi utara). Tapi memang selama ini jalur pendakian utara jauh lebih populer.

3. Gunung Argopuro
Gunung Argopuro ini juga menjadi gunung yang memiliki jalur pendakian terpanjang di Jawa. Ada dua jalur pendakian yang aktif digunakan untuk pendakian, yaitu Bremi dan Baderan. Salah satu panorama yang bisa dinikmati kalau mendaki lewat jalur Baderan adalah padang sabana Cikasur.

4. Gunung Raung
Pendaki yang senang dengan tantangan pasti tak akan melewatkan Gunung Raung. Tapi yang jelas untuk mendaki ke gunung ini Kamu harus menyiapkan alat pengaman diri yang lengkap untuk bisa sampai di Puncak Sejati. Panorama kaldera yang begitu luas akan menjadi obat untuk semua usaha kerasmu setelah mendaki dengan jalur yang ekstrem. Ada dua jalur pendakian yang bisa ditempuh pendaki, yaitu jalur Kalibaru dan Sumber Waringin.

5. Gunung Semeru
Hal mengesankan bagi Valentine Dinar saat mendaki Gunung Semeru adalah keindahan Ranu Kumbolo dan juga trek pendakian menuju puncak yang cukup ekstrem. Butuh tekad, keyakinan, semangat dan juga tenaga lebih untuk bisa berpijak di puncaknya. Karena memang jalur pendakian menuju puncak merupakan kawasan berpasir gembur dengan kemiringan hampir 75 derajat. Tapi berdasar peraturan terbaru TNBTS, untuk saat ini pendaki hanya boleh mendaki sampai di Kalimata saja dan pintu gerbang pendakian hanya lewat Ranu Pane. Peraturan ini dibuat demi keamanan pendaki, karena kawah Semeru memang masih sangat aktif.

6. Gunung Kerinci
Gunung yang berada di Jambi ini memiliki ketinggian 3.805 mdpl. Untuk mencapai Puncak Indrapura, pendaki harus melewati jalur pendakian dengan cara memanjat akar pepohonan dan merangkak (pendaki biasa menyebutnya dagu bertemu lutut). Jalur pendakian untuk Gunung Kerinci ada dua, yaitu jalur Kersik Tuo dan jalur Solok. Tapi biasanya pendaki lebih banyak menggunakan jalur Kersik Tuo.

7. Gunun Slamet
Pendaki yang belum pernah ke Gunung Slamet pun pasti tahu, bahwa di gunung ini ada satu pos yang terkenal sangat angker yaitu pos Samarantu. Tapi selama pendaki nggak macam-macam, sebetulnya tak jadi masalah.Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah, dan hampir di sepanjang jalur pendakiannya selalu menanjak. Jadi siapkan fisik yang kuat sebelum mendaki ke gunung ini ya! Jalur resmi pendakian Gunung Slamet adalah jalur Bambangan, sedangkan jalur ilegal yang masih sering digunakan pendaki adalah Gunung Malang, Baturraden, Guci, dan Dukuh Lewung.

8. Gunung Latimojong
Banyak hal yang akan ditemui pendaki saat naik ke Gunung Latimojong di Kabupaten Enrekang Sulawesi ini, di antaranya hutan lumut dan juga pohon kalpataru yang konon sering disebut sebagai tumbuhan peninggalan dewa. Tumbuhan ini sering dijumpai di antara pos 3 dan pos 4.Tak perlu repot membawa banyak air saat mendaki gunung ini, karena di pos 2 Kamu akan bertemu dengan sumber air yang cukup deras. Jalur yang bisa ditempuh pendaki adalah jalur Desa Karangan.

9. Gunung Lembu
Ketinggiannya memang hanya 792 mdpl, tapi dari atas Gunung Lembu ini Kamu bisa menikmati pemandangan waduk Jatiluhur yang cantik. Sebetulnya Gunung Lembu ini lebih bisa disebut sebagai bukit. Tapi bukit ini cocok juga untuk pendaki asal Jakarta dan sekitarnya yang rindu dengan ketinggian tapi tak punya banyak waktu dan tenaga untuk mendaki gunung yang tinggi.

10. Bukit Batas
Bukit Batas terletak di Riyam Kanan Kalimantan Selatan. Banyak yang menyebutkan bahwa Bukit Batas ini merupakan Raja Ampatnya Kalimantan. Sebab dari atas bukit ini pendaki bisa melihat indahnya panorama sungai dan hijaunya pepohonan.
BERITA LAINNYA