Fenomena Embun Upas di Dataran Tnggi Dieng, Yang Mirip Hamparan Butiran Es | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Selasa | 12 September 2017 | 15:38 WIB

PARIWISATA

Fenomena Embun Upas di Dataran Tnggi Dieng, Yang Mirip Hamparan Butiran Es

Redy Budiman - FRONTROLL.COM
Fenomena Embun Upas di Dataran Tnggi Dieng, Yang Mirip Hamparan Butiran Es
FRONTROLL.COM,-

Fenomena hujan salju biasanya terjadi di belahan dunia yang beriklim sub tropis. Karena berada di iklim tropis sepertinya tidak mungkin bisa menikmati fenomena alam hujan salju di Indonesia. Hamparan salju abadi di Indonesia hanya terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Tetapi ternyata selain di Pegunungan Jayawijaya, fenomena menyerupai hujan salju bisa juga terjadi di Dataran Tinggi Dieng, terutama pada musim kemarau.Fenomena alam seperti hujan salju berupa hamparan butiran es ini oleh penduduk Dieng disebut Embun Upas atau Bun.



Embun upas ini biasanya terjadi pada puncak musim kemarau. Hal ini bisa terjadi karena pada musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng suhu udaranya bisa sampai di bawah nol derajat. Kawasan Dieng yang sering dilanda fenomena alam embun upas yaitu Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Suhu di Dieng Plateau ketika musim kemarau bulan Juli-Agustus biasanya menjadi sangat ekstrem dingin. Pada siang hari suhunya bisa mencapai 22-24 derajat celcius, tapi ketika menjelang dini hari suhu akan terus turun hingga mencapai dibawah nol derajat celcius. Fenomena alam Bun Upas biasanya muncul pada suhu udara dini hari di bawah nol derajat celcius. Bun upas terlihat di pagi hari menyerupai butiran es. Hamparan bun upas di lahan pertanian di Dieng terlihat seperti fenomena salju di daerah tropis.



Menurut cerita yang berkembang, konon berjalan dengan kaki telanjang di atas embun upas memang baik untuk kesehatan. Terutama untuk kesehatan jantung. Apalagi sambil menikmati keindahan panorama dan kesegaran udara Kawasan Wisata Dieng yang belum  tercemari polusi. Tetapi fenomena alam embun upas ini bagi adalah petaka, karena akan mematikan tanaman. Biasanya petani akan menyiram sayuran yang terkena embun upas dengan air di pagi hari agar efeknya dapat dikurangi.


BERITA LAINNYA
  • Lakukan Hal Ini Supaya Tidak Terlihat Tua

    GAYA HIDUP | 26 September 2017 15:24 WIBMenjadi tua adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Namun terlihat lebih tua dibanding teman-teman sebaya adalah sesuatu yang berbeda. Dan hal itu ternyata bisa kita hindari dan
  • Inilah yang Harus Disiapkan Saat Ingin Tatto

    GAYA HIDUP | 26 September 2017 14:39 WIBBuat sebagian orang, tato adalah hal yang nggak menyenangkan. Tapi buat sebagian lainnya, tato patut dipertimbangkan, karena 'butuh nyali' untuk melakukannya. Kalau kamu termasuk orang
  • 7 Kuliner Indonesia yang Penuh Nilai Filosofi

    GAYA HIDUP | 26 September 2017 14:30 WIBIndonesia, merupakan negara yang luas dan kental akan keanekaragaman budayanya. Terbentang dari Sabang hingga Merauke dan terbagi menjadi 34 provinsi yang tentu saja setiap daerah memiliki makanan
  • Dibalik Pernyataan Pembelian 5 ribu Senjata Panglima TNI

    NASIONAL | 26 September 2017 13:46 WIBRekaman pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di sela-sela acara silaturahmi dengan para mantan petinggi TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jumat, 22 September 2017, bocor ke publik. Kata