Najwa Shihab "Untuk Mereka yang Terhormat" | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Rabu | 13 September 2017 | 20:51 WIB

NASIONAL

Najwa Shihab "Untuk Mereka yang Terhormat"

Wenny KT - FRONTROLL.COM
Najwa Shihab
FRONTROLL.COM,- Najwa Shihab "Untuk Mereka yang Terhormat"

Najwa-Shihab-Untu- Mereka-yang-Terhormat-frontoll

Untuk mereka yang mengaku terhormat, kami sungguh cemas melihat KPK terus ditekan menghadapi senjakala kiamat

Bukankah KPK anak kandung reformasi, pembaruan yang sama yang membuat kalian duduk tegak di kursi

Jika ada yang keliru dari KPK mari kita koreksi, namun jangan tumpas dengan mengerdilkan institusi

Kami menolak proses politik yang menggunakan demokrasi,untuk sebenarnya melindungi kepentingan oligarki

Rakyat sudah lelah dalam kesangsian paling nadir, melihat pejabat yang terhormat melecehkan rakyat seolah penonton pandir

Pemberantasan korupsi butuh komitmen politik luar biasa waras, bukan air keras dan kewenangan yang terancam dipangkas

Kita sudah sampai di jalan perang pemberantasan korupsi, tak akan kita biarkan siapapun menarik kita mundur ke era gelap kembali

Rasa hormat sebenar-benarnya adalah pengakuan yang datang setelah pembuktian, bukan paksaan dari mereka yang berniat membekukan
BERITA LAINNYA
  • Skytrain Solusi Macet Bandara Soetta

    MEGAPOLITAN | 26 September 2017 17:03 WIBKini para pelancong akan kian dimudahkan dengan keberadaan Skytrain yang menghubungkan ketiga terminal di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Layanan transportasi skytrain pertama di Indonesia
  • Lawan Dortmund, Toni Kroos Masuk Skuad Inti Real Madrid

    OLAHRAGA | 26 September 2017 16:54 WIBGelanda asal Jerman, Toni Kroos telah kembali masuk skuad inti Real Madrid setelah sembuh dari cedera rusuk. Kross mengalami cedera saat timnya menang melawan Alaves dengan skor 2-1 dan saat ini
  • Kisah Anak Tukang Las yang Sekolah di China

    SOSOK / TOKOH | 26 September 2017 16:10 WIBRama Aldi Sanjaya merupakan seorang mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University. Rama menceritakan seputar ayahnya