Tumbuhkan Minat Baca, Presiden Pertimbangkan Dana Desa Perpustakaan | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Kamis | 14 September 2017 | 15:08 WIB

MEGAPOLITAN

Tumbuhkan Minat Baca, Presiden Pertimbangkan Dana Desa Perpustakaan

Redy Budiman - FRONTROLL.COM
Tumbuhkan Minat Baca, Presiden Pertimbangkan Dana Desa Perpustakaan
FRONTROLL.COM,- Presiden Joko Widodo mempertimbangkan permintaan dana desa untuk membangun perpustakaan sehingga bisa menumbuhkan minat baca masyarakat di desa-desa terpencil.

"Tadi sudah disampaikan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai dana desa untuk perpustakaan, akan saya urus masalah ini," kata Presiden saat meresmikan Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis.

Jokowi juga terus mendorong para pegiat-pegiat literasi yaitu kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis, untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat.

"Untuk pegiat-pegiat literasi, saya dulu pernah janji setiap tanggal 17, setiap bulannya, pengiriman buku atau hal-hal yang berkaitan dengan literasi digratiskan. Berjalan ngak, kalau ngak berjalan, ada yang saya jewer nanti," kata Presiden.

Baca Juga : Jakarta Punya Perpustakaan Tertinggi Dunia

Jokowi mengatakan bahwa jika programnya ini mudah untuk mengecek jika tidak berjalan, yakni dengan menanyakan langsung pada para pegiat literasi saat bertemua seperti saat ini.

"Ngeceknya gampang, pas ketemu gini, saya tanya jalan ngak, kalau jalan baik," katanya.
Dalam kesempatan ini, Presiden juga meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk pendistribusian jurnal internasional seluruh perguruan tinggi ini dipusatkan melalui perpustakaan nasional.

"Ini kita hitung lebih efisien, murah. Kalau bisa jangan sendiri-sendiri, sekarang semuanya kalau terintegrasi seperti itu jadi mudah, dan ya kalau kita ke sini kita lihat gedungnya seperti ini," kata Presiden. Jokowi mengatakan bahwa saat ini eranya terobasan-terobosan digital dan disrupsi inovasi sudah banyak terjadi di berbagai bidang dan semua hal bergerak, berkembang dengan cara tidak diduga, inovasinya cepat sekali.

"Kalau kita tidak ikut berubah, tidak cepat melakukan revolusi digital, ya ditinggal. Saya senang sekali Perpusnas sudah mulai melakukan pengembangan serba digital, serba elektronik, tadi saya diberitahu, akan ada e-resources, e-book,e-journal dan macam e-lainnya," katanya.
BERITA LAINNYA
  • Skytrain Solusi Macet Bandara Soetta

    MEGAPOLITAN | 26 September 2017 17:03 WIBKini para pelancong akan kian dimudahkan dengan keberadaan Skytrain yang menghubungkan ketiga terminal di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Layanan transportasi skytrain pertama di Indonesia
  • Lawan Dortmund, Toni Kroos Masuk Skuad Inti Real Madrid

    OLAHRAGA | 26 September 2017 16:54 WIBGelanda asal Jerman, Toni Kroos telah kembali masuk skuad inti Real Madrid setelah sembuh dari cedera rusuk. Kross mengalami cedera saat timnya menang melawan Alaves dengan skor 2-1 dan saat ini
  • Kisah Anak Tukang Las yang Sekolah di China

    SOSOK / TOKOH | 26 September 2017 16:10 WIBRama Aldi Sanjaya merupakan seorang mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University. Rama menceritakan seputar ayahnya