Pasar Tradisional di Solo Akan Dijadikan Sebagai Destinasi Wisata | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Kamis | 14 September 2017 | 16:02 WIB

PARIWISATA

Pasar Tradisional di Solo Akan Dijadikan Sebagai Destinasi Wisata

Rusdi Afrizal - FRONTROLL.COM
Pasar Tradisional di Solo Akan Dijadikan Sebagai Destinasi Wisata
FRONTROLL.COM,- Kota Solo ingin menjadikan pasar tradisional sebagai salah satu destinasi wisata. Sebagai langkah pendukung akan digelar Festival Ragam Pasar Tradisional dari hari Kamis (21/9) hingga Minggu (24/9) di Benteng Vastenburg. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai promosi pasar tradisional.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Solo, Daryono mengatakan, keberadaan pasar tradisional bisa menjadi daya tarik wisata karena memiliki keunikan. Namun keunikan tersebut harus dipertahankan, dimana didalamnya ada proses tawar menawar.

"Selain keunikan juga bangunan pasar yang memiliki sejarah, serta konten atau barang yang diperdagangkan. Keunikan dan orisinal barang yang dijual di pasar tradisional tersebut yang bisa menarik wisatawan," ujar Daryono kepada wartawan di Solo, Rabu (13/9),

Ia menambahkan, Kota Solo memiliki Pasar Gede yang sudah menjadi ikon. Pasar yang terletak di pusat kota itu, memiliki karakteristik pada kuliner. Sedangkan Pasar Klewer yang juga menjadi ikon, mempunyai karakteristik barang yang dijual adalah sandang.

"Kota Solo ini memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan melalui perpaduan antara flower, fashion, dan food. Yakni melalui Pasar Kembang yang memiliki karakteristik bunga sebagai barang dagangan, selain itu Pasar Klewer yang memiliki karakteristik fashion dan Pasar Gede dengan karakteristik makanan sebagai barang yang dijual," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagyo, menambahkan tema yang diangkat dalam festival tersebut adalah Kumandange Pasar Tradisional. Sebanyak 44 pasar tradisional di Kota Solo akan turut memeriahkan festival tersebut.

"Pasar tradisional menampilkan keunikan yang bisa menjadi branding dari pasar tersebut. Ada 140 stan pasar tradisional dalam festival tersebut," ucap dia.

Subagiyo menambahkan, selain sebagai ajang promosi wisata, Festival Ragam Pasar Tradisional juga sebagai upaya menghilangkan image negatif pasar tradisional dan sebagai sarana untuk mengenalkan kembali pasar tradisional.

Sumber: merdeka
BERITA LAINNYA
  • Skytrain Solusi Macet Bandara Soetta

    MEGAPOLITAN | 26 September 2017 17:03 WIBKini para pelancong akan kian dimudahkan dengan keberadaan Skytrain yang menghubungkan ketiga terminal di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Layanan transportasi skytrain pertama di Indonesia
  • Lawan Dortmund, Toni Kroos Masuk Skuad Inti Real Madrid

    OLAHRAGA | 26 September 2017 16:54 WIBGelanda asal Jerman, Toni Kroos telah kembali masuk skuad inti Real Madrid setelah sembuh dari cedera rusuk. Kross mengalami cedera saat timnya menang melawan Alaves dengan skor 2-1 dan saat ini
  • Kisah Anak Tukang Las yang Sekolah di China

    SOSOK / TOKOH | 26 September 2017 16:10 WIBRama Aldi Sanjaya merupakan seorang mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University. Rama menceritakan seputar ayahnya