4 Jajan yang Kian Langka | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Kamis | 14 September 2017 | 17:38 WIB

GAYA HIDUP

4 Jajan yang Kian Langka

Redaksi - FRONTROLL.COM
4 Jajan yang Kian Langka
FRONTROLL.COM,- Ada banyak sekali jajanan tradisional di Indonesia. Ya, mulai dari yang dijajakan di pikulan atau gerobak. Para penjual juga sering keliling di tiap sekolah-sekolah dasar.

Sayangnya, kini banyak jajanan enak yang sulit ditemukan. Bahkan mungkin diantaranya ada yang belum Anda cicipi.

Dilansir dari Travelingyuk.com, berikut deretan jajanan tradisional Indonesia yang mulai langka ditemui.

Pisang Plenet

Pisang plenet merupakan kuliner manis yang sudah ada sejak zaman dahulu. Sesuai dengan namanya, pisang plenet merupakan pisang bakar yang ditekan hingga pipih (diplenet) lalu disajikan dengan tambahan aneka topping.

Jajanan berbahan dasar pisang kapok ini semakin susah dijumpai. Padahal pisang plenet begitu disukai masyarakat, bahkan wisatawan. Saat ini penjaja pisang plenet hanya bisa ditemukan di tiga tempat, yakni Mal Sri Ratu Pemuda, Jalan Gajah Mada, dan Pasar Semawis, Malang.
 
Arbanat

Arbanat merupakan jajanan Malang dari gula pasir yang diberi pewarna makanan berwarna merah. Di beberapa daerah lain, ada yang menyembutnya rambut nenek dan arum manis.

Dibanderol Rp200 hingga Rp1500, arbanat cukup laris di masanya. Sayangnya, saat ini jarang ditemukan bahkan di pasar-pasar tradisional.

Ager Lukis atau Agar-Agar Berbentuk

Anak 90-an pasti tak asing lagi dengan jajanan satu ini. Biasanya penjual menjajakannya di gerbang-gerbang sekolah.

Bukan hanya rasanya manis, agar-agar ini dibentuk masjid dari agar-agar cukup menarik perhatian. Selain masjid, ada pula pedagang yang membentuk jualannya dengan rupa lain sesuai dengan permintaan pelanggan.

Es Goyang

Es krim sederhana milik warga Jakarta ini terbuat dari bahan yang mudah didapatkan. Adonan es goyang terbuat dari santan kelapa, gula pasir, perasa dan tepung hunkue.

Membuatnya pun tak rumit, adonan yang sudah dicampur kemudian dimasukkan ke dalam cetakan. Lalu hanya tinggal menunggu hingga mengeras. Es goyang biasanya dibaluri dengan kuah cokelat, yang membuat rasanya semakin nikmat.
BERITA LAINNYA
  • Skytrain Solusi Macet Bandara Soetta

    MEGAPOLITAN | 26 September 2017 17:03 WIBKini para pelancong akan kian dimudahkan dengan keberadaan Skytrain yang menghubungkan ketiga terminal di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Layanan transportasi skytrain pertama di Indonesia
  • Lawan Dortmund, Toni Kroos Masuk Skuad Inti Real Madrid

    OLAHRAGA | 26 September 2017 16:54 WIBGelanda asal Jerman, Toni Kroos telah kembali masuk skuad inti Real Madrid setelah sembuh dari cedera rusuk. Kross mengalami cedera saat timnya menang melawan Alaves dengan skor 2-1 dan saat ini
  • Kisah Anak Tukang Las yang Sekolah di China

    SOSOK / TOKOH | 26 September 2017 16:10 WIBRama Aldi Sanjaya merupakan seorang mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University. Rama menceritakan seputar ayahnya