Connect with us

Tenis

Terungkap Perlakuan Tidak Adil Terhadap Juara Ganda Putri US Open 2018

Terungkap Perlakuan Tidak Adil Terhadap Juara Ganda Putri US Open 2018

Final US Open nomor tunggal putri pada hari Sabtu (08/09) malam akan selamanya diingat, tetapi untuk alasan yang salah.

Argumen dramatis antara Serena Williams dan wasit Carlos Ramos membuat Williams mendapatkan penalti game. Williams diperingkatkan sebanyak tiga kali karena coaching, merusakkan raketnya, dan pelecehan secara verbal kepada wasit.

Ramos telah dituduh berlaku diskriminasi di momen yang tanpa diragukan menjadi momen tersulit di sepanjang kariernya. Baik WTA dan USTA mendukung Williams sebelum ITF akhirnya mendukung keputusan Ramos dengan menyatakan bahwa Ramos hanya mengikuti aturan.

Setelah pertandingan tersebut, hal yang diperdebatkan adalah perlakuan terhadap atlet putri di dunia olahraga, khususnya tenis, walaupun banyak pihak tidak mempercayai bahwa diskriminasi menjadi faktor dari pertandingan tersebut. Ramos memiliki sejarah dengan menjadi wasit yang tegas baik kepada petenis putra maupun putri.

Hal yang mungkin kurang mendapatkan perhatian adalah momen setelah final US Open nomor ganda putri pada hari Minggu (09/09). Ashleigh Barty dan Coco Vandeweghe memenangkan gelar Grand Slam pertama di nomor ganda dengan tiga set melawan pasangan unggulan kedua, Timea Babos dan Kristina Mladenovic. Momen tersebut tentunya menjadi momen istimewa bagi Barty dan Vandeweghe, tetapi keduanya tidak mendapatkan upacara penyerahan trofi seperti yang mereka impikan.

“Saya cukup kecewa kami tidak mendapatkan upacara penyerahan trofi seperti biasanya. Kami tidak bisa berterima kasih kepada siapapun. Saya pikir itu hal yang kurang baik,” ungkap Vandeweghe.

“Mungkin kami akan mendapatkan momen seperti itu lain waktu, kami masih akan berkompetisi di Grand Slam lainnya, Australia. Mungkin mereka akan melakukannya dengan benar di Australia sejak US Open tidak melakukannya dengan benar.”

Pertandingan Barty dan Vandeweghe dilangsungkan tepat sebelum final nomor tunggal putra. Pertandingan yang berlangsung lebih dari 2 jam 30 menit tersebut berpeluang menunda pertandingan Novak Djokovic melawan Juan Martin del Potro. Pihak penyelenggara khawatir hal itu akan terjadi dan memilih untuk mengadakan upacara penyerahan trofi secara singkat, membuat Barty dan Vandeweghw tidak memiliki kesempatan untuk berbicara kepada penonton.

“Sejujurnya, saya pikir mereka tidak perlu khawatir jika mereka menunda final selama 10 atau 15 menit,”tambah Barty.

“Saya pikir akan baik bagi kami untuk mengungkapkan rasa terima kasih kami kepada tim dan orang-orang yang membuat kemenangan itu terjadi, dan berterima kasih kepada para penonton juga. Mereka juga sedikit kebingungan mengapa kami tidak diberikan kesempatan itu.”

Bahkan, Barty dan Vandeweghe diberi tahu untuk segera meninggalkan lapangan karena para petenis putra harus segera memulai pertandingan mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Tenis